Secret Letter
Mbak Vena
Mbak Ven, you’re more than a sister to me. Temen ghibah, temen ngafe, temen ngonten, temen banyak cerita. Mbak kalau kepo nggak ada habisnya, tapi digodain seru juga. Penakut—tiap malam minta ditemenin ambil motor di parkiran belakang, dan itu selalu bikin aku ketawa. Kamu perempuan yang luar biasa, mbak. Jauh dari cintamu Mas Wid, tapi tetap bisa jadi mama yang hadir dan hebat buat Kefas dan Thorfinn. Masih emotionally available juga buat peduli sama temen-temen, termasuk aku, dan semua itu kamu jalani di bawah tekanan yang luar biasa. Memang aku belum jadi orang tua, tapi mungkin sesama perempuan aku bisa mengerti betapa menguras emosi dan melelahkan secara mental semua ini. Karena kita melalui hal yang sama, meski bebanmu jauh lebih berat. Bahkan masih sering aku repotkan untuk membantu menyelesaikan yang seharusnya menjadi masalahku. Nggak mudah untuk menjalani itu semua, mbak. Tapi dengan adanya kamu, menjadi sebuah inspirasi bagiku untuk menjadi lebih kuat. Kalau ada acara penghargaan dengan nominasi “Cewek Paling Tough of The Year”, mungkin kamu yang jadi juaranya. Back-to-back champion, maybe? Terima kasih sudah jadi teman yang baik, mbak. Terima kasih sudah selalu hadir dan menyenangkan. Terima kasih sudah begitu peduli. “Setiap masalah selalu diikuti dengan nama Vena Maria.” Mungkin maksudnya bukan pembuat onar, melainkan ia yang selalu mampu untuk menyelesaikannya. Aku bersyukur sudah bisa kenal sama kamu, mbak. Every advice from you means a lot, and every correction helps me do better. Love u tons, embak cayang.
Nici imoets
2026-02-04 09:01:14