Secret Letter
Mas Thesar
The wisest I’ve ever met. Kamu masih muda, tapi luar biasa bijak dari kebanyakan orang seusiamu. Kamu ada ketika aku sedang jatuh, tetapi kamu juga yang membiarkan aku bangkit sendiri agar aku bisa lebih kuat lagi. Berulang kali aku tergores dipenuhi luka, berulang kali aku jatuh, dan pada akhirnya kamu selalu ada untuk kembali menguatkan aku. Kita sharing banyak cerita, mas Thesar. Pengalamanmu, pengalamanku, dan bagaimana kita menyikapi atas apa yang sudah hidup berikan kepada kita. Aku pintar terhadap teori akan kehidupan, pun dirimu akan pemikiran itu. Tapi, aku belum sekuat kamu untuk menjalaninya. Teori berbeda dengan prakteknya, bukan? Ketika aku berhenti berdoa, dengan adanya kamu dan teman-teman, masih mengingatkanku bahwa Tuhan tidak diam. Di kala aku semakin menjauh, aku masih diingatkan, eksistensi kalian adalah bentuk kasih sayang Tuhan terhadapku. Mungkin terdengar melankolis, tapi kamu harus tau bahwa segala kebaikan yang kamu lakukan, sekecil apapun itu, berarti untuk seseorang. Termasuk aku. Terima kasih sudah menjadi sosok kakak yang peduli selama ini, mas Thesar. Kamu patut bangga terhadap dirimu sendiri. Terima kasih sudah menjadi orang yang begitu baik. Di pertemuan yang singkat ini, kamu sangat berarti buat aku. Sampai bertemu di kesempatan yang lebih baik lagi dan terus menjadi temanku, ya.
Fidela Naomi
2026-02-04 09:14:57