Secret Letter
Mas Aries
Ayah di kantor. Papah. Awalnya bercanda, tapi julukan itu sekarang sudah melekat di kamu, mas. Awalnya bercanda, tapi kamu menunjukkan bagaimana caranya untuk menjalani kehidupan. Awalnya bercanda, tapi hanya kamu yang tanpa pamrih membantu dan memberikan arahan dengan sebaik-baiknya. Seberapapun banyak aku meminta pertolongan. Orang yang selalu tersenyum dan luar biasa sabar. Orang yang menghadapi segala hal dengan tenang. Orang yang mengindahkan arti proses. Tidak banyak yang bisa aku sampaikan. Tapi kamu mengingatkan ku bahwa hidup memang harus ditempa keras untuk menjadi pribadi yang luar biasa. Kamu sudah selesai dengan dirimu sendiri, maka itulah yang menjadikan dasar untukmu dapat menikmati setiap hal kecil. Bersyukur. Terima kasih, mas Aries, sudah memberikan aku banyak pelajaran melalui pengalamanmu. Terima kasih sudah menjadi satu-satunya yang tidak menyerah untuk posisiku. Terima kasih sudah meyakinkan aku bahwa langkahku tinggal sedikit lagi, walaupun aku sudah tahu tidak selamanya akan berjuang di sini. Perjuanganku masih panjang, tapi semua yang aku pelajari di sini tidak akan pernah aku lupakan. Melainkan menjadi dasar agar aku bisa lebih kuat lagi dan memberikan dampak lebih besar yang baik dan berarti bagi banyak orang. Semoga kamu bahagia selalu, mas. Kamu lebih dari pantas untuk mendapatkan itu. Terima kasih sudah menjadi kuat, terima kasih sudah begitu baik. Jangan skip duo lingo nya, ya! Love you full, papah.
Fidela
2026-02-04 09:27:18